Selasa, 27 Desember 2016

desain grafis dalam teknologi

Edit Posted by with No comments
hari selasa, 27 Desember 2016

hay teman - teman bertemu lagi dengan blog saya,,saya tyas murid dari smkn 1 jogonalan dari jurusan multimedia kali ini saya akan membagi ilmu tentang desain grafis semoga bermanfaan dan berguna bagi kita semua yha...



BAB I

PENDAHULUAN

1.1             Latar Belakang Masalah

Kemajuan teknologi terus berkembang dan tercipta beragam inovasi-inovasi yang mendukung segala aspek kehidupan manusia. Inovasi-inovasi ini diciptakan untuk mempermudah manusia dalam menjalankan aktivitas dan pekerjaannya. Ketarampilan masyarakat pun semakin hari semakin baik dan kreatif. Namun, adanya kemampuan dan wadah untuk menyalurkan potensi mereka justru tidak dimaksimalkan. Kebanyakan masyarakat khususnya remaja lebih menyukai kemajuan teknologi yang berbau media sosial dan sebagainya. Padahal apabila potensi mereka dikembangkan dengan mengoptimalkan fasilitas-fasilitas teknologi yang semakin canggih ini, maka perkembangan teknologi pun dapat lebih baik lagi. Seperti halnya teknologi desain grafis yang dapat menjadi wadah bagi mereka yang memiliki potensi di bidang seni dan bagi mereka yang ingin belajar untuk mendesain secara grafis. Namun, tidak banyak yang mampu mengoptimalkan perkembangan teknologi yang satu ini. Karena itu, penulis mengangkat makalah yang berisi tentang penjelasan desain grafis dalam teknologi.

1.2             Rumusan Masalah

1)      Apa yang dimaksud desain grafis?
2)      Bagaimanakah sejarah perkembangan dari desain grafis?
3)      Apa batasan media serta unsur dan prinsip desain grafis?
4)      Apa sajakah keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang desainer grafis?
5)      Apa sajakah program desain grafis?
6)      Bagaimana dampak desain dan pemodelan grafis dalam teknologi?

1.3             Tujuan Penulisan

1.      Memahami pengertian dari desain grafis
2.      Mengetahui sejarah perkembangan desain grafis
3.      Mengetahui batasan media serta unsur dan prinsip desain grafis
4.      Mengetahui keterampilan yang harus dimiliki seorang desainer grafis
5.      Mengetahui berbagai program desain grafis
6.      Mengetahui dampak positif dan negatif dari penggunaan desain grafis
7.      Memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi

BAB II

PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Desain Grafis

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Desain grafis juga didefinisikan sebagai salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.

2.2       Sejarah Perkembangan Desain Grafis

Sejarah desain grafis jelas terlihat dari jejak peninggalan manusia dalam bentuk lambang-lambang grafis yang berwujud gambar atau tulisan. Gambar mendahului tulisan karena gambar dianggap lebih bersifat langsung dan ekspresif, dengan dasar acuan alam (flora, fauna, dan lain-lain).
Tulisan/aksara merupakan hasil konversi gambar, bentuk dan aturan komunikasinya lebih rumit dibandingkan gambar. Manusia melakukan komunikasi menggunakan gambar sekitar pada zaman manusia primitif, mereka menggunakan coretan-coretan pada dinding gua untuk keiatan berburu binatang.
Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saat ditemukannya tulisan dan mesin cetak. Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan dengan model tekanan menyerupai desain yang digunakan di Rhineland, Jerman, untuk menghasilkan anggur. Ini merupakan suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.
Tahun 1450 Guterberg bekerjasama dengan pedagang Johannes Fust, dibantu oleh Peter Schoffer ia mencetak “Latin Bible”. Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jerman terutama untuk hiasan buku. Pada masa itu berkembang corak huruf dan cenderung realis dan tidak banyak icon.
Setelah ditemukannya tulisan dan mesin cetak, desain grafis mengalami perkembangan pesat. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama telah membawa peradaban baru dalam sejarah peradaban Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet latin yang dibawa dari Yunani.
Kemudian dengan adanya mesin cetak dan komputer pada saat ini juga merupakan dua hal yang secara signifikan mempercepat perkembangan penggunaan seni desain grafis hingga akhirnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain. 

- . Tujuan
  1. Meningkatkan kualitas pengetahuan di bidang IT.
  2. Mengetahui perkembangan IT dalam hal desain grafis khususnya dibidang printing.
- . Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini diharapkan dapat membantu untuk mengetahui sejauh mana perkembangan desain grafis dibidang printing di zaman sekarang.

2.3       Batasan Media serta Unsur dan Prinsip Desain Grafis

·         Batasan Media
Awal diterapkannya desain grafis yaitu pada media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Namun, seiring dengan perkembangan zaman desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain multimedia.
Kemudian secara otomatis batas dimensi pun berubah seiring dengan berkembangnya pemikiran tentang desain. Saat ini desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.
·         Prinsip Dan Unsur Desain
Unsur dalam desain grafis yaitu termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (“proportion”) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

2.4       Keterampilan

            Keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang desainer grafis adalah sebagai berikut:
1.      Nirmana
Nirmana adalah ilmu yang mempelajari elemen dan prinsip dari desain grafis. Untuk lebih spesifiknya yaitu pembelajaran tentang garis, bentuk, ruang, tekstur, warna dan lain sebagainya.
2.      Typografi
Typografi merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat memberikan kenyamanan kepada para pembacanya.
3.      Pewarnaan
Pewarnaan merupakan hal yang penting untuk hasil karya desain grafis, karena dengan menambahkan warna seseorangan akan memahami estetika atau keindahan dari gambar yang dibuat.
4.      Software
Software adalah pendukung dari sesuatu yang bisa kita hasilkan, dilihat dari bidangnya software desain terbagi menjadi dua sofware pengolah grafis dua dimensi dan pengolah grafis tiga dimensi. Menurut medianya terbagi menjadi tiga, yaitu media cetak, digital dan multimedia.
5.      Sketch
Sketch yaitu membuat sketsa gambar dengan tangan. Kemampuan menggambar tidak begitu mempengaruhi hasil karya dalam bidang desain grafis, namun orisinalitas dalam menggambar manual akan sangat memberikan efek memudahkan kita dalam mengolah karya desain menggunakan software.
6.      Kemampuan umum
Kemampuan umum adalah kemampuan tambahan. Contohnya dalam bidang grafis seperti pengetahuan tentang website ( website grafis seperti flickr, deviantart, website ecommerce untuk menjual karya desain dsb )
7.      Seni Visual
Ilmu yang termasuk dalam seni visual antara lain adalah fotografi dan digital imaging.
8.      Tata Letak
Tata letak adalah seni dalam menyusun elemen (konten) yang ada pada sebuah halaman, seperti penempatan gambar dan teks. Tata letak pada sebuah karya pun sangatlah penting karena menentukan kenyamanaan para pembacanya.
9.      Desain Interaksi
Desainer grafis bekerja sama dengan pengembang situs web atau pengembang perangkat lunak dalam merancang tampilan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna saat menggunakan perangkat lunak atau mengunjungi halaman web.

2.5       Program Desain Grafis

1)      Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout)
Program ini sering digunakan untuk pembuatan brosur, pamflet, poster, dan lain sejenisnya. Program ini yang mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program lain. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
a.       Adobe FrameMaker
b.      Adobe In Design
c.       Adobe PageMaker
d.      Corel Ventura
e.       Microsoft Publisher
f.       Quark Xpress
2)      Aplikasi Pengolah Vektor/Garis
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung. Salah satu kelebihan dari gambar vektor adalah meskipun gambar diperbesar dengan resolusi maksimal gambar vektor tidak akan terlihat pecah. Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah :
a.       CorelDraw
CorelDraw diciptakan oleh Corel Corporation. Corel Draw merupakan contoh program yang berbasis vector, ciri dari program berbasis vector yaitu objek yang dihasilkan relative sama saat dibesarkan. Aplikasi CorelDraw ini sangat unggul untuk pembuatan logo dan simbol-simbol.
b.      Adobe Illustrator
c.       Beneba Canvas
d.      Macromedia Freehand
e.       Metacreations Expression
f.       Micrografx Designer
3)      Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar
Fungsi utama dari progman ini adalah untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo retouching). Semua objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Akan tetapi, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, teks dan garis disini dianggap sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik. Yang termasuk dalam aplikasi ini adalah:
a.       Adobe Photoshop
Adobe Photoshop adalah software pengolah gambar yang sudah sangat lengkap fasilitasnya. Software ini merupakan program yang berbasis bitmap, bitmap merupakan sekumpulan titik dengan tingkat kerapatan tertentu (pixel). Adobe Photoshop adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai market leader untuk perangkat lunak pengolah gambar sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , versi kesebelas adalah Adobe Photoshop CS4 dan versi yang terakhir adalah Adobe Photoshop CS5.
b.      Corel Photo Paint
c.       Macromedia Xres
d.      Metacreations Painter
e.       Metacreations Live Picture
f.       Micrografx Picture Publisher
g.      Microsoft Photo Editor
h.      QFX
i.        Wright Image
j.        Pixelmator
k.      Manga studio
l.        Gimp
4)      Aplikasi Pengolah Film/Video
Program aplikasi pengolah film/video fungsinya yaitu untuk mengolah film dalam berbagai macam format. Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, dll) juga dapat diolah menggunakan program ini. Umumnya, pemberian efek khusus seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dan lain-lain juga dapat dibuat menggunakan aplikasi ini. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:
a.       Adobe After Effect
Adobe After Effects adalah salah satu software compositing yang populer dan telah digunakan secara luas dalam pembuatan video, multimedia, film dan web. After Effects terutama dipakai dalam penambahan efek khusus seperti efek petir, hujan, salju, ledakan bom, dan efek khusus lainnya. After Effects telah membantu para praktisi perfilman Hollywood dalam menghasilkan film-film dengan efek khusus yang spektakuler. Beberapa judul film yang telah memanfaatkan potensi After Effects adalah Spawn, Titanic, Deep Rising, The Jackal.
b.      Power Director
c.       Show Biz DVD
d.      Ulead Video Studio
e.       Element Premier
f.       Easy Media Creator
g.      Pinnacle Studio Plus
h.      WinDVD Creater
i.        Nero Ultra Edition
j.        Camtasia
5)      Aplikasi Pengolah Multimedia
Program aplikasi pengolah multimedia digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk Multimedia yang berisi promosi, profil perusahaan, maupun yang sejenisnya dan dikemas dalam bentuk CD maupun DVD. Multimedia tersebut dapat berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancang sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan lebih interktif dan menarik perhatian. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
a.       Macromedia Authorware
b.      Macromedia Director
c.       Macromedia Flash
d.      Multimedia Builder
e.       Ezedia
f.       Hyper Studio
g.      Ovation Studio Pro

2.6       Pengaruh Desain Grafis dalam Perkembangan Teknologi

Dengan kemajuan teknologi sekarang ini desain grafis menjadi sangat mudah untuk di operasikan dan juga lebih mudah dalam mengembangkan imajinasi setiap desainer. Tidak hanya itu, pembaharuan software juga membuat para desainer dapat menghasilkan desain-desain terbaru mereka dengan lebih apik lagi. Dengan adanya perkembangan internet pun setiap orang dapat lebih mudah untuk menikmati setiap karya yang dihasilkan oleh para desainer. Namun, perkembangan teknologi yang semakin pesat juga harus diimbangi dengan pemikiran positif dari penggunanya. Berikut dampak positif dan dampak negatif dari kemajuan teknologi terhadap desain grafis :
·         Dampak positif :
o   Dapat memperkenalkan karyanya secara luas melalui media internet.
o   Dapat dengan mudah mempelajari ilmu tentang desain grafis serta teknik pembuatan karya-karya yang baru melaui internet.
o   Karya dalam bentuk foto dapat terlihat lebih lembut dengan proses pengeditan.
o   Progam desain grafis yang sudah ada semakin muktahir dan dapat menghasilkan karya yang memiliki rasa dari penciptanya.
o   Memudahkan berkomunikasi antar desainer didunia untuk menciptakan karya yang spektakuler suatu saat nanti.
o   Memberi fasilitas yang lebih mudah untuk menjual ataupun membeli hasil karya seni yang sudah diciptakan.
·         Dampak negatif :
o   Sangat besar kemungkinan terjadi pencurian karya (plagiat).
o   Karena progam internet yang semakin muktahir, desain grafis akan lebih mudah ditinggalkan.
o   Membuat masyarakat lebih memilih progam internet yang lain ketimbang desain grafis.

2.7       Hubungan Desain Grafis dan Psikologi

Psikologi warna merupakan ilmu yang paling berpengaruh dalam bidang desain grafis. Karena warna merupakan elemen yang penting dari seni visual. Setiap warna yang ada di bumi ini memiliki psikologi warna tersendiri yang bisa menyimbolkan tentang perasaan atau makna tersendiri. Meskipun di beberapa negara simbol warna bisa mempunyai arti yang berbeda, namun sebuah warna bisa memiliki makna tertentu secara umum.
·         Psikologi Warna: Hitam
Hitam adalah warna yang kuat yang membangkitkan otoritas, kekuasaan, keberanian dan keanggunan. Dalam dunia fashion, warna hitam popular karena membuat orang menjadi tampak langsing. Disisi lain, warna hitam berarti sangat kuat, pemakainya akan terlihat jahat dan menyeramkan. Penjahat atau drakula sering memakai warna hitam sebagai simbol keabadian mereka.
·         Psikologi Warna: Putih
Putih adalah warna perdamaian. Simbol kepolosan, kemurnian, kesederhanaan, kesucian.  Didalam dunia fashion warna putih termasuk warna yang paling sering digunakan karena warna putih akan nampak bercahaya, netral dan bisa dikombinasikan dengan warna apapun.  Begitu juga dalam desain grafis, warna putih sering digunakan sebagai teks yang menyala pada latar belakang warna yang lebih gelap.
·         Psikologi Warna: Merah
Merah adalah warna yang paling emosional dan cenderung ekstrem. Menyimbolkan agresivitas, keberanian, gairah, kekuatan dan vitalitas. Warna merah akan lebih tampak menonjol dibandingkan warna lain pada pengaplikasian pekerjaan desain.
·         Psikologi Warna: Biru
Biru melambangkan kewenangan, martabat, keamanan dan kesetiaan. Warna biru yang tenang menyebabkan tubuh memproduksi bahan kimia yang menenangkan, sehingga sering digunakan dalam kamar tidur. Orang  juga lebih produktif di ruangan biru. Dalam desain logo, biru banyak digunakan sebagai warna dominan logo pemerintahan, pendidikan dan medis.
·         Psikologi Warna: Hijau
Hijau adalah warna alam dan kesuburan. Warna hijau melambangkan kesegaran, ketenangan, alam, natural, kesehatan.  Dalam relevansi dengan dunia desain, warna hijau banyak digunakan dalam bidang kesehatan, konstruksi, real estate, ekologi, konservasi alam dan olahraga semacam golf.
·         Psikologi Warna: Kuning
Kuning adalah warna optimis, akan tetapi warna yang paling sulit ditangkap oleh mata.  Penggunaan warna kuning dalam desain sebaiknya tidak berlebihan.
·         Psikologi Warna: Ungu
Ungu adalah warna kerajaan, kemewahan, spiritualitas, kekayaan, dan kecanggihan. Hal ini juga melambangkan kekuasaan dan kedudukan, bisa juga menjadi warna yang feminin dan romantis.
·         Psikologi Warna: Coklat
Coklat adalah warna bumi dan alam.  Menunjukkan utilitas, membumi, warna kayu dan kekayaan alam yang berlimpah.
·         Psikologi Warna: Oranye
Warna orange melambangkan energi, antusiasme, flamboyan dan perhatian. Sifatnya menarik, cerah, ceria sehingga menawarkan keterbukaan dan keramahan kepada yang melihatnya.

BAB III

PENUTUP

1.1             Kesimpulan

Dari pembahasan dalam bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa teknologi desain grafis merupakan salah satu bentuk dari komunikasi visual berupa gambar yang disajikan seefektif mungkin. Selain itu, untuk membuat sebuah desain grafis kita juga perlu mengetahui proses dari desain pemodelan grafis. Keterampilan-keterampilan khusus juga harus dimiliki oleh seorang desainer grafis agar dapat membuat karyanya lebih baik dan dapat dipublikasikan. Dari pembahasan dalam bab sebelumnya pun dapat diketahui bahwa ada banyak program/software dari desain grafis serta ada pula dampak negatif dan positif dari desain grafis tersebut.


- refrensi 
http://cerita-kisah-skenariotuhan.blogspot.co.id/2015/10/makalah-desain-grafis.html
http://kaniayuliawulandari.blogspot.co.id/2015/01/desain-grafis-dalam-teknologi.html

k3

Edit Posted by with No comments
                            - Assalamualaikum wr.wb -

 hallo teman - teman bertemu lagi dengan blog saya yang sangat sederhana ini kali ini saya ingin menjelaskan fotografi agar kita dapat memahami fotografi  yang tepat dan benar. Marilah kita bahas bersama - sama.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



  1. LATAR BELAKANG
Berbagai jenis organisasi meningkatkan perhatian terhadap pencapaian dan upaya menunjukkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui pengendalian risiko K3 yang konsisten dengan kebijakan dan sasaran K3-nya. Hal ini dilakukan dengan pengetatan peraturan perundang-undangan, pengembangan kebijakan ekonomi dan tindakan lain yang menumbuh kembangan praktek K3
yang baik, dan meningkatnya perhatian tentang isu K3 oleh pihak yang berkepentingan.
Banyak organisasi telah melakukan “kaji ulang” atau “audit” K3 untuk menilai kinerja K3-nya, Namun dalam pelaksanaan “kaji ulang” atau “audit” secara mandiri ini belum tentu memadai untuk menjamin bahwa kinerja organisasi akan secara berkelanjutan memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan dan kebijakan. Agar efektif, kaji ulang dan audit tersebut harus dilaksanakan dalam suatu sistem manajemen yang terstruktur dan terintegrasi dalam organisasi.
Upaya pencegahan dan pengendalian bahaya kerja yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat dilakukan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) atau ergonomi di tempat kerja. Oleh karena itu, jika suatu sistem tidak menerapkan K3 atau ergonomi atau menerapkannya tapi masih minimal atau menerapkannya tapi kurang tepat / dengan cara yang salah / buruk maka dapat mengakibatkan kecelakan-kecelakaan kerja.
Terjadinya kecelakaan kerja tentu saja menjadikan masalah yang besar bagi kelangsungan suatu usaha atau sistem. Kerugian yang diderita tidak hanya berupa kerugian materi yang cukup besar namun lebih dari itu adalah timbulnya korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Kehilangan sumber daya manusia ini merupakan kerugian yang sangat besar karena manusia adalah satu-satunya sumber daya yang tidak dapat digantikan oleh teknologi apapun. Namun apakah hanya itu kerugiannya? Tidak. Memang sudah mulai banyak orang yang mulai menyadari dan memahami bahwa akibat kecelakaan kerja itu cukup merugikan seperti adanya korban jiwa, korban luka, biaya pengobatan, dan terjadinya kerusakan properti. Namun pemahaman ini belum cukup mengingat ternyata kerugian yang ditimbulkan akibat adanya kecelakaan kerja lebih dari itu. Lalu apa saja kerugian-kerugian lain yang timbul.

TUJUAN DAN MANFAAT
  1. Sebagai bahan referensi untuk membantu dan menunjang di masa mendatang sebagai seorang teknik industri dengan harapan sebagai seorang sarjana teknik industri yang dalam mengatisipasi kecelakan di tempat kerja
  2. Bisa mengetahui gejala – gejala akan timbulnya suatu kecelakan
    1. Mencari solusi guna menyelesaikan masalah yang berhubungan kesehatan dan keselamatan kerja
    2. Agar dapat mengetahui jarak – jarak yang efektif hubungan kerja. yaitu manusia dengan mesin
    3. Kombinasi tempat kerja dengan lingkungan kerja
    4. Meningkatkan kinerja (performance) di tempat kerja
    5. Agar dapat mengetahui posisi sesuai dengan bentuk dan ukuran peralatan lasan di pakai 

    PENGERTIAN KESELAMATAN KERJA SAFE adalah aman atau selamat. Safety menurut kamus besar tata bahasa Indonesia yang telah diterjema dalam bahasa Indonesia adalah mutu suatu keadaan aman atau  kebebasan dari bahaya dan kecelakaan.Keselamatan kerja atau safety adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkungan kerja yang aman bebas dari kecelakaan Kecelakaan adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan atau tidak disengaja serta tiba-tiba dan menimbulkan kerugian, baik harta maupun jiwa manusia. Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja atau sedang melakukan pekerjaan disuatu tempat kerja. Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan, keutuhan dan kesempurnaan, baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya.
       
     TUJUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
    Dari pemahaman diatas sasaran keselamatan kerja adalah:
  1. Mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
  2. Mencegah timbulnya penyakit akibat suatu pekerjaan.
  3. Mencegah/ mengurangi kematian.
  4. Mencegah/mengurangi cacat tetap.
  5. Mengamankan material, konstruksi, pemakaian, pemeliharaan bangunan, alat-alat kerja, mesin-mesin, instalasi dan lain sebagainya.
  6. Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya.
  7. Mencegah pemborosan tenaga kerja, modal, alat dan sumbersumber produksi lainnya.
  8. Menjamin tempat kerja yang sehat, bersih, nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja.
  9. Memperlancar, meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta pembangunan
Dari sasaran tersebut maka keselamatan kerja ditujukan bagi:
  1. Manusia (pekerja dan masyarakat)
  2. Benda (alat, mesin, bangunan dll)
  3. Lingkungan (air, udara, cahaya, tanah, hewan dan tumbuhtumbuhan)
3.3 SYARAT-SYARAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Menurut perundang – undangan Timor – Leste   menjelaskan bahwa yang sekarang ini di terapkan guna meminimisasikan resiko di lokasi proyek atau lokasi pabrik.
  1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan
  2. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran
  3. Mencegah dan mengurang bahaya peledakan
  4. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya
  5. Memberi pertolongan pada kecelakaan
  6. Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja
  7. Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan gelora.
  8. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja, baik fisik maupun psikis, keracunan, infeksi dan penularan.
  9. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai.
  10. menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik;
  11.  menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup;
  12. Memelihara kebersihan, keselamatan dan ketertiban.
  13. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja dan alat kerja.
  14. Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang-orang, binatang, tanaman atau barang.
  15. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan.
  16. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang.
  17. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya.
  18. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

3.4 PENGENALAN BAHAYA PADA AREA KERJA
Bila ditinjau dari awal perkembangan usaha keselamatan kerja diperusahaan/industri, manusia menganggap bahwa kecelakaan terjadi karena musibah, namun sebenarnya setiap kecelakaan disebabkan oleh salah satu faktor sebagai berikut, baik secara sendirisendiri atau bersama-sama, yaitu:
Tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act)
  1. terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan.
  2. Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan.
  3. Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan.
  4. Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya.

  KEADAAN TIDAK AMAN DARI LINGKUNGAN KERJA   (UNSAFE CONDITION)
  1. Mesin-mesin yang rusak tidak diberi pengamanan, kontruksi kurang aman, bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dan rusak.
  2. Lingkungan kerja yang tidak aman bagi manusia (becek atau licin, ventilasi atau pertukaran udara , bising atau suara-suara keras, suhu tempat kerja, tata ruang kerja/ kebersihan dan lain-lain).
 APAKAH KECELAKAAN DAPAT DICEGAH
Akhirnya timbul pertanyaan apakah kecelakaan yang merugikan itu dapat dicegah? Pada prinsipnya setiap kecelakaan dapat diusahakan untuk dicegah karena:
  1. Setiap kecelakaan pasti ada sebabnya.
  2. Bilamana sebab-sebab kecelakaan itu dapat kita hilangkan maka kecelakaan dapat dicegah.
  BAGAIMANA MENGATASI LINGKUNGAN LINGKUNGAN YANG TIDAK AMAN?
  1. Dihilangkan, sumber-sumber bahaya atau keadaan tidak aman tersebut agar tidak lagi menimbulkan bahaya, misalnya alat-alat yang rusak diganti atau diperbaiki.
  2. Dieleminir/diisolir, sumber bahaya masih tetap ada, tetapi diisolasi agar tidak lagi menimbulkan bahaya, misalnya bagian-bagian yang berputar pada mesin diberi tutup/pelindung atau menyediakan alat-alat keselamatan kerja.
  3. Dikendalikan, sumber bahaya tidak aman dikendalikan secara teknis, misalnya memasang safety valve pada bejana-bejana tekanan tinggi, memasang alat-alat control dsb.
Untuk mengetahui adanya unsafe condition harus dilakukan pengawasan yang seksama terhadap lingkungan kerja.

 PROSEDUR KESELAMATAN KERJA DI PERBENGKELAN OTOMOTIF.
  1. Kenakan celana tanpa kantong yang tidak tertutup karena kantong celana dapat menyebabkan kemasukan bunga api atau zat-zat yang merugikan.
  2. Kenakan sepatu yang sesuai dan rawat baik-baik (dalam kondisi baik). Sepatu usahakan bersol kuat atau bersol baja yang di tengahnya dapat melindungi dari luka akibat benda tajam dan paku yang menonjol. Perlindungan utama terhadap benda, sepatu bersol baja di tengahnya melindungi dari kejatuhan benda-benda berat.
  3. Jaga rambut panjang dengan topi atau penutup kepala yang rapat seperti disarankan dalam peraturan. Apabila rambut anda panjang dapat dengan mudah tersangkut mesin, misal mesin bor, beberapa orang terluka karena itu.
  4. Jangan memakai cincin atau jam karena sangat berbahaya hingga anda dapat kehilangan jari-jari. Ketika bekerja pada kendaraan tersangkut mesin dapat menyebabkan hubungan pendek arus listrik sehingga menyebabkan kebakaran.
  5. Gunakan perlengkapan perlindungan pribadi yang sesuai dengan pekerjaan. Beberapa peralatan perlindungan yang tersedia harus dikenakan secara benar pada semua situasi kerja. Sehingga dapat menyelamatkan diri dari kemungkinan terluka. Pelajari tujuan masing-masing nomor item atau barang pada tempat latihan yang tersedia, yang terdiri atas helm pengaman, penutup muka, pelindung telinga, respirator, sarung tangan dan apron.
  6. Kenakan kaca mata penyelamat ketika menggunakan gerinda atau mesin bubut dan beberapa tugas lainnya agar debu atau material tidak dapat masuk ke mata.
  7. Hindari berbaring pada lantai beton atau lantai sejenis ketika bekerja di bawah kendaraan. Gunakan selalu kain krep atau bahan penutup untuk berbaring karena berhubungan dengan lantai dingin dapat merusak kesehatan, terutama dalam waktu yang lama.
PAKAIAN PENGAMAN Syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamana
  1. Pakaian kerja harus dapat melindungi pekerja terhadap bahaya yang mungkin ada.
  2. Pakaian kerja harus seragam mungkin dan juga ketidaknyamanannya harus yang paling minim.
  3. Kalau bentuknya tidak menarik, paling tidak harus dapat diterima.
  4. Pakaian kerja harus tidak mengakibatkan bahaya lain, misalnya lengan yang terlalu lepas atau ada kain yang lepas yang sangat mungkin termakan mesin.
  5. Bahan pakaiannya harus mempunyai derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis (nilon, dll) yang dapat meleleh oleh suhu tinggi seharusnya tidak dipakai.
  6. Pakaian kerja harus dirancang untuk menghindari partikelpartikel panas terkait di celana, masuk di kantong atau terselip di lipatan-lipatan pakaian.
  7. Overall katun memenuhi semua persyaratan yang disebutkan di atas dan karenanya overall katun adalah yang paling banyak digunakan sebagai pakaian kerja.
  8. Dasi, cincin dan jam tangan merupakan barang-barang yang mempunyai kemungkinan besar menimbulkan bahaya karena mereka itu dapat dimakan mesin, dan akan menyebabkan kecelakaan jika para pekerja tetap memakainya. Jam tangan dan cincin menambah masalah pada bahan kimia dan panas dengan berhenti menghilangkan bahaya.

 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENGGUNAKAN PAKAIAN KERJA
  1. Kenakan pakaian yang tahan terhadap api, tertutup rapat, dan berkancingkan.
  2. Kenakan katun atau wol dan sebagainya guna menghindari bahan buatan yang mudah terbakar baik baju atas maupun baju bawah.
  3. Baju yang longgar dan tidak berkancing atau t-shirt atau p berdasi, sabuk dapat dengan mudah mengait putaran mesin.
  4. Kancing harus ditutupi bahan penutup untuk mencegah kerusakan permukaan ketika bekerja di atas tonggak atau penyangga dan sebagainya.

1. PAKAIAN KERJA
  1. Pilihlah pakaian kerja yang kuat dan betul–betul cocok sehingga merasa senang dalam pekerjaan. Hindari pakaian dengan ikat pinggang, gesper dan kancing yang menonjol yang dapat menyebabkan kerusakan pada kendaraaan pada waktu bekerja.
  2. Sebagai tindakan keamanan terhadap luka atau terbakar, kulit harus selalu tertutup, kecuali terpaksa benar.
  3. Jagalah pakaian Anda agar selalu bersih waktu bekerja, sebab oli dan kotoran pada pakaian Anda akan mengotori kendaraan



2. SEPATU KERJA
Pililah alas kaki yang kuat untuk bekerja. Adalah berbahaya memakai sandal atau alas kaki yang mudah tergelincir dan karenanya jangan dipakai. Sandal dan sejenisnya lebih memungkinkan pemakaianya terluka karena kejatuhan benda. Dianjurkan memakai sepatu boot atau sepatu yang mempunyai sol yang tidak licin serta berkulit keras.
3. SARUNG TANGAN
Pada waktu mengangkat benda – benda berat atau memindahkan pipa buang yang panas dan sejenisnya dianjurkan memakai sarung tangan, walaupun tidak ada suatu peraturan khusus yang mengatur cara pemakaiannya untuk pekerjaan pemeliharaan biasa. Terutama pada waktu mengebor dan menggerinda serta pekerjaan di kamar mesin dengan mesin hidup, memungkinkan timbulnya bahaya tersangkutnya sarung tangan pada bagian yang berputar. Karena itu dalam hal seperti ini sarung tangan jangan dipakai.
4. Alat-alat pelindung anggota badan
Badan kita terdiri dari beberapa bagian, semuanya itu harus terlindung diwaktu melaksanakan pekerjaan. Alat-alat pelindung bagian adalah sbb:


5. Alat pelindung mata,
Mata harus terlindung dari panas, sinar yang menyilaukan dan juga dari debu.
6. Alat pelindung kepala
Topi atau helm adalah alat pelindung kepala bila bekerja pada bagian yang berputar, misalnya bor atau waktu sedang mengelas, hal ini untuk menjaga rambut terlilit oleh putaran bor atau rambut terkena percikan api.
7. Alat pelindung telinga
Untuk melindungi telinga dari gemuruhnya mesin yang sangat bising juga penahan bising dari letupan-letupan.
8. Alat pelindung hidung,
Adalah alat pelindung hidung dari kemungkinan terhisapnya gas-gas beracun.
9. Alat pelindung tangan
Alat ini terbuat dari berbagai macam bahan disesuaikan dengan kebutuhannya, antara lain:
a)      Sarung tangan kain, digunakan untuk memperkuat pegangan supaya tidak meleset.
b)      Sarung tangan asbes, digunakan terutama untuk melindungin tangan terhadap bahaya panas.
c)      Sarung tangan kulit, digunakan untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam pada saat mengangkat suatu barang.
d)     arung tangan karet, digunakan pada waktu pekerjaan pelapisan logam, seperti vernikel, vercrhoom dsb. Hal ini untuk mencegah tangan dari bahaya pembakaran asam atau kepedasan cairan.
10. Alat pelindung kaki
 untuk menghindarkan tusukan benda tajam atau terbakar oleh zat kimia. Terdapat dua jenis sepatu yaitu pengaman yang bentuknya seperti halnya sepatu biasa hanya dibagian ujungnya dilapisi dengan baja dan sepatu karet digunakan untuk menginjak permukaan yang licin, sehingga pekerja tidak terpeleset dan jatuh.
11. Alat pelindung badan,
Alat ini terbuat dari kulit sehingga memungkinkan pakaian biasa atau badan terhindar dari percikan api, terutama pada waktu menempa dan mengelas. Lengan baju jangan digulung, sebab lengan baju yang panjang akan melindungi tangan dari sinar api.

KESIMPULAN
Dari pembahan tugas ini menjelaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada industri manufactur dengan tujuan meningkatkan performance suatu pabrik terutama pada tiga komponen utama yakni: INPUT – PROSES – OUT PUT.
Suatu pembahasan yang menjelaskan tentang kerja manusia – mesin (interaksi) Dengan terciptanya suatu sistem industri manfactur yang dapat meminimisasikan suatu masalah keselamatan di tempat kerja.

REFRENSI
https://arnaldowaric.wordpress.com/2014/01/19/makalah-kesehatan-dan-keselamatan-kerja-k3/

SOP

Edit Posted by with No comments
- Assalamualaikum wr.wb -

hallo bertemu lagi dengan blog saya yang sangat sederhana kan jauh dari kata sempurna kali ini saya akan menjelskan tentang apaitu SOP? makanan atau minuman kah SOP itu? mari di bahas bersama dengan blog saya ini semoga bisah bermanfaat ya buat kita semua..


A. PENDAHULUAN

- LATAR BELAKANG

      Bagi sebagian perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan yang sudah memahami arti penting keberadaan SOP bagi bisnis mereka, sangat menyakini bahwa SOP akan memberikan manfaat yang sangat banyak bagi pertumbuhan bisnis mereka. Sementara bagi perusahaan-perusahaan yang belum memahami arti penting dari SOP, akan memperlakukan SOP dengan sebelah mata, SOP dianggap sebagai aturan kaku yang akan mengganggu fleksibilitas kerja mereka, akan mengganggu irama permainan mereka dalam berbisnis.

- PENGERTIAN 

       Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah dokumen yang berkaitan dengan prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk memperoleh hasil kerja yang paling efektif dari para pekerja dengan biaya yang serendah- rendahnya. SOP biasanya terdiri dari manfaat, kapan dibuat atau direvisi, metode penulisan prosedur, serta dilengkapi oleh bagan flowchart di bagian akhir(laksmi,2008:52)

B.     Rumusan Masalah
Dari uraian rumusan masalah diatas dapat kami rumuskan :

      1. Apa tujuan dan manpaat dari sop ?
  2.     Apa tahapan-tahapan membuat sop ?
        3.   Bagaimana cara membuat sop ? 
           
               
             - PEMBAHASAN 
                           
A.     Tujuan dan manfaat SOP
      SOP yang baik haruslah mendasarkan pada tujuan dan manfaat sebagaimana poin-poin berikut dibawah ini:
  •       Memudahkan proses pemberian tugas serta tanggung jawab kepada pegawai yang menjalankannya.
  •       Memudahkan proses pemahaman (penguasaan tugas) staff secara sistematis dan general.
  •       Menghindari “error” dalam proses kerja.
  •       Mempermudah dan mengetahui terjadinya kegagalan, inefisiensi proses dalam prosedur kerja, serta kemungkinan-kemungkinan terjadinya penyalahgunaan kewenangan oleh pegawai yang menjalankan.
  •       Memudahkan dalam hal monitoring dan menjalankan fungsi kontrol dari setiap proses kerja.  
  •       Menghemat waktu dalam program training, karena dalam SOP tersusun secara sistematis.
B.    Tahapan membuat SOP
            Setelah mengetahui apa itu SOP dan tujuan serta manfaat SOP, maka selanjutnya adalah tahapan dalam menyusun SOP. Tahapan-tahapan ini harus dipahami terlebih dahulu sebelum menyusun SOP yang diinginkan. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam menyusun SOP:
  •       Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai proses kerja baik kualitatif maupun kuantitatif. Hal ini bisa dengan berdiskusi dan melakukan tanya-jawab (interview) dengan Kepala Departemen yang sedang menjabat pada posisi yang akan dibuat SOP.
  •       Interview dilakukan agar dapat memahami secara lebih detail proses kerja yang akan dibuat.
  •      Gunakan perbandingan dengan lebih dari satu proses kerja agar alur proses kerja mendekati efektif.
  •       Gunakan setiap instrumen yang ada dan diperlukan pada setiap proses kerja (tools, hardware, software) untuk di masukkan ke dalam SOP yang akan dibuat.
  •       Catat efisiensi waktu, biaya (cost) dan energy lainnya untuk kemungkinan sistem yang akan digunakan.
  •       Sistem yang dipilih dapat sebelumnya dilakukan brain storming terlebih dahulu dengan Kepala Departemen yang bersangkutan untuk menerima pendapat dan masukan. Brainstrorming juga bisa melibatkan staff, customer dan pihak-pihak lain yang terlibat.
  •       Buat terlebih dahulu draft baku untuk dilakukan pembahasan dengan team yang ada (jika menggunakan sistem ISO, ikuti prosedur atau proses yang berlaku)
  •       Lakukan uji coba instrumen yang ada dengan draft SOP yang telah menjalani proses pembahasan.
  •       Jika dirasa sudah mewakili alur proses yang sesungguhnya serta cukup efektif dan efisien, maka minta persetujuan dari pimpinan, setelah sebelumnya dibuat draft revisi final atas SOP tersebut.
  •       Lakukan sosialisasi secara resmi kepada team terkait tas SOP baru tersebut yang akan di terapkan. Beri jangka waktu untuk persiapan antara sosialisasi dengan waktu penerapan SOP.
C.    Cara membuat SOP
            Langkah terakhir adalah mengetahui cara membuat SOP dengan menggunakan template sbb:
  •      Esensi dari SOP adalah mudah dipahami dan diaplikasikan oleh pegawai yang melaksanakan. Oleh sebab itu gunakan kaidah “Mudah dibaca, dipahami dan dilaksanakan”.
  •      Tuliskan langkah demi langkah secara bertahap.
  •      Gunakan kata kerja dalam kalimat aktif, karena diharapkan pembaca SOP melakukan sesuatu. Contoh “Kirim analisa ke supplier” bukan “Analisis dikirim kepada supplier“
  •      Gunakan kalimat positif dan hindari kata “tidak“, “jangan“.
  •      Instruksi kata dibuat singkat, padat dan mudah dipahami.
  •      Buat bagan alurnya (flow chart).
  •      Buat penjelasan yang dibutuhkan, jika diperlukan.
  •      Buat dan cantumkan dokumen pendukun SOP (form, sheet, SK, dll).
  •      Cantumkan tanggal pembuatan SOP, serta tanggal Revisi (jika ada).
  •      Cantumkan petugas pembuat SOP dan siapa yang mengesahkan.
  •      Cantumkan tanggal waktu pelaksanaan.
D.     Peran Standard Operating Procedure Dalam Perusahaan
       (Business Lounge – Strategic) – SOP atau Standard Operating Procedure, adalah system atau prosedur yang disusun untuk memudahkan, merapihkan dan menertibkan pekerjaan. Sistem ini berisi urutan proses melakukan pekerjaan dari awal sampai akhir. Perusahaan yang telah memahami kebutuhan suatu standar acuan, agar para karyawan dapat memahami dan melakukan tugasnya sesuai standar yang digariskan perusahaan, menyadari akan pentingnya pembuatan SOP ini. Bahkan perusahaan juga membuat SOP untuk produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut, agar konsumen dapat mengetahui cara untuk menggunakan produk tersebut tanpa salah.
            Standard Operating Procedure (SOP) rupanya selalu menjadi bahan pembahasan utama bagi banyak organisasi. Tak peduli apakah organisasi swasta, Badan Umum Milik Negara (BUMN), lembaga pemerintah atau kementerian, lembaga pendidikan, lembaga swadaya masyarat (LSM), lembaga keuangan dan lainnya. Faktanya, ternyata masih banyak sekali organisasi yang belum benar-benar memahami apa itu SOP, di mana sebenarnya kedudukan SOP, apa kaitannya proses bisnis dan struktur organisasi dengan SOP, bagaimana menurunkan SOP melalui proses bisnis, apa saja elemen-elemen SOP dan bagaimana menyusun SOP dengan benar.
            Yang dimaksud SOP tidak sekedar flowchart saja. Seringkali ada kekeliruan yang beranggapan bahwa flowchart itu lah SOP. Flowchart hanya salah satu unsur dari SOP. Belum lagi masih ada banyak perusahaan yang menganggap SOP adalah sesuatu pelengkap saja bukan sebagai sesuatu yang penting.
       Elemen- elemen apakah yang harus ada dalam SOP?
            Pertama, harus terkandung proses atau tahapan kerja. Ini berarti, secara sistematis SOP mengandung urutan dari awal pekerjaan dimulai hingga akhir.
            Kedua, mensyaratkan adanya penanggungan jawaban pada setiap tahapan pekerjaan, ada yang bertanggung jawab atas pekerjaan itu. Bila terjadi kesalahan, baik menyangkut prosedur atau dokumen yang digunakan, pertanggungjawaban atas proses kerja tersebut menjadi jelas. Tak ada lagi saling menyalahkan.
            Ketiga, tentang dokumen yang digunakan. Masih banyak organisasi yang tidak memahami pentingnya dokumen sebagai salah satu unsur SOP. Misalnya perusahaan menggunakan dokumen surat masuk dan surat keluar. Ternyata dalam SOP tidak dicantumkan. Ada pula yang memasukkannya, tapi dalam praktiknya bukan dokumen yang dimaksud. Antara satu departemen dengan departemen dalam satu perusahaan seringkali menggunakan dokumen yang berbeda untuk satu dokumen yang sama.
            Keempat, ukuran keberhasilan menyangkut bagaimana SOP dapat dikukur tingkat kinerjanya. Unsur keempat ini seringkali diabaikan oleh banyak level organisasi, sebab dianggap tidak ada hubungannya. Inilah mengapa tingkat efektifitas SOP tak terukur performancenya.
            Selain itu point-point di bawah ini juga menunjukkan langkah-langkah penting yang perlu diketahui dalam mempersiapkan SOP dalam suatu perusahaan.
         1. Kapan sebaiknya SOP dibuat,
            Sebaiknya pembuatan dilakukan pada saat perusahaan mulai beroperasi. Hal ini penting, agar setiap jajaran orang yang bekerja di perusahaan memahami posisinya, serta tanggung jawab masing-masing. SOP ini juga mengatur peranan masing-masing manajemen yang memimpin perusahaan, agar tugas dan tanggung jawabnya tidak rancu, peran manajemen satu dengan lainnya. SOP bersifat unik, serta berbeda antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya. SOP yang digunakan untuk industri, berbeda dengan perusahaan jasa, juga berbeda dengan perusahaan yang bergerak di lembaga keuangan.
        2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam menyusun SOP?
            Waktu yang dibutuhkan akan sangat bervariasi, tergantung dari besarnya perusahaan, serta apakah perusahaan mempunyai berbagai cabang di seluruh Indonesia atau bahkan di luar negeri. Untuk perusahaan yang masih kecil dan sederhana, penyusunan SOP dapat lebih singkat waktunya.
            Selain mengenal operasi perusahaan secara detail, kita juga harus mengenal siapa konsumen perusahaan, siapa pemasoknya. Misalnya untuk perbankan, kita harus mengenal, berapa jenis simpanan yang masuk ke Perbankan, serta produk apa saja yang dipunyai sebuah Bank, berapa unit kerja Bank tersebut, dana yang diperoleh akan untuk membiayai apa saja agar sesuai tujuan penyaluran dana tersebut, serta mendapatkan hasil, bagaimana mengatur agar antara funding dan lending bisa match, dan sebagainya. Masing-masing unit usaha yang merupakan profit center dari Bank harus mempunyai SOP tersendiri, begitu juga unit kerja yang melakukan pelayanan, seperti SOP untuk Logistik (sering disebut Kebijakan Umum Logistik).
      3. Apa saja yang perlu diketahui dalam menyusun SOP?
            Untuk menyusun SOP perusahaan, maka harus dipahami apa Visi dan Misi perusahaan tersebut, budaya kerja yang ada di perusahaan, dan alur pekerjaan yang ada di perusahaan (bagi perusahaan besar, maka alur pekerjaan di masing-masing unit operasional akan berbeda-beda).
       Peran SOP dalam suatu perusahaan adalah:
•     Merupakan Pedoman operasional, berisikan sistim dan prosedur kegiatan operasional .
•     Merupakan penjabaran kebijakan secara menyeluruh dari perusahaan, yang disusun untuk mencapai sasaran Business Plan dari perusahaan.
•     Untuk menjadi acuan dalam membuat Surat Edaran atau Surat Keputusan Direksi, dalam membuat petunjuk pelaksanaan operasional perusahaan.
•     Sebagai acuan yang harus diikuti dalam pelaksanaan Manajemen Risiko.
•      Membentuk disiplin pelayanan yang tertib di bidang operasional dengan cara dan sikap yang sama sehingga terbentuk budaya yang sehat sebagai bagian dari profesionalisme perusahaan.
•     Menjamin adanya pengawasan yang memadai dalam setiap tahapan proses.
      4. Kompetensi apa yang dimiliki oleh tim counterpart?
            SOP dibuat oleh orang-orang yang berada di perusahaan tersebut, umumnya perusahaan membuat tim, yang terdiri dari berbagai personil yang mewakili bidang tugas masing-masing. Perusahaan dapat meminta bantuan konsultan untuk melakukan penyusunan SOP ini, namun agar SOP nanti dapat diimplementasikan dengan baik dan sesuai dengan budaya perusahaan tersebut, maka perusahaan membentuk tim counterpart yang akan membantu konsultan, melakukan diskusi dengan tim konsultan, dalam rangka penyusunan SOP tersebut.
      Tim yang ditunjuk sebagai counterpart adalah orang yang benar-benar memahami bisnis dan operasional perusahaan, membantu konsultan mengidentifikasi masalah, mewakili perusahaan untuk menjamin agar SOP telah dibuat sesuai dengan tujuan perusahaan perusahaan. Tim counterpart ini mewakili perusahaan, menjamin agar hasil SOP dapat diimplementasikan oleh perusahaan.
       5. Perlu adanya proses sosialisasi.
            Apabila SOP telah selesai dibuat, harus disosialisasikan kepada seluruh jajaran karyawan, agar seluruh prosedur yang telah ditetapkan dalam SOP dapat dilaksanakan dengan baik di lapangan. Lamanya proses sosialisasi tergantung dari skala perusahaan. Dalam hal perusahaan skala besar, maka perusahaan dapat meminta bantuan konsultan yang membuat SOP, untuk melakukan sosialisasi.
      Kalau kita melihat apa yang sudah dijelaskan di atas SOP ini sangat berperan penting, baik untuk perusahaan besar maupun kecil. Bahkan sebuah warung tegal dipinggir jalanpun perlu mempunyai acuan, agar setiap karyawan yang membantu kelancaran penjualan warung tegal tersebut, mengetahui langkah apa saja yang diperlukan agar warung tegal dapat berjalan lancar, serta mengetahui peran dan tanggung jawabnya. Dengan SOP ini pemilik usaha dapat memantau usaha nya, mengetahui tanda-tanda dini jika terjadi permasalahan, sehingga dapat diatasi, tanpa mengorbankan kelangsungan hidup warung tegal tersebut. Tentu saja yang dimaksud SOP warung tegal ini dibuat sangat sederhana, mudah dalam pelaksanaannya, serta fleksibel. Tetapi tetap memiliki tujuan dan fungsi yang sama sebagai SOP. Sehingga melalui SOP ini diharapkan akan menjadi acuan untuk memonitor bisnis perusahaan dan juga dapat melakukan pengukuran pada setiap jenjang yang ada.
PENUTUP
A.    Kesimpulan
            SOP (Standard Operating Procedures) adalah panduan hasil kerja yang diinginkan serta proses kerja yang harus dilaksanakan. SOP dibuat dan di dokumentasikan secara tertulis yang memuat prosedur (alur proses) kerja secara rinci dan sistematis. Alur kerja (prosedur) tersebut haruslah mudah dipahami dan dapat di implementasikan dengan baik dan konsisten oleh pelaku.
B.     Saran
            Sop dibuat oleh perusahaan bukan untuk menyusahkan karyawannya, sebaliknya untuk memperlancar dan meningkatkan kinerja.